Senin, 08 Maret 2021

 Book Review

Foto sampul buku Dilan: Dia adalah Dilanku 1990 dan 1991
Foto Buku Dilan: Dia adalah Dilanku


Sekian lama penasaran dengan buku populer ini, akhirnya kesampaian juga. Terlebih cerita novel ini diangkat ke layar sineas. Kenapa begitu happening buku ini ya?
Sepintas dengar buku ini tentang cerita cinta anak SMA, tahun 90an. I have been there! Jadi yaa ga begitu pengen bacanya sih...apalagi untuk beli buku barunya, mikirrrr bingit. Masih usaha sih cari buku prelovednya saat ke toko buku bekas, karena disana banyak toko memiliki versi bajakannya. Gayung bersambut, book store langgananku melepas sebagian koleksi bukunya sebagai langkah decluttering, soon I'll take it. Dan sampailah ditanganku, stok penasaran lunas sudah😁

Buku ini cerita kisah Milea pada masa remajanya, SMA pada tahun 1990 di Bandung. Bila kamu juga angkatan SMA tahun 90an, bisa jadi ajang flashback masa lalu nih, bertemu telepon umum koin, jalanan yang masih sepi, dingin, berjaket, classmeeting, rapotan, angkot dll. Teman sekolah yang naek motor look so wow gitu, karena jaman segitu motor masih tergolong barang mahal. Buku ini menceritakan serunya jalan-jalan naek motor, surat-suratan cinta dan fenomena kenakalan anak remaja yang suka geng-geng-an dan berantem. Digambarkan juga indahnya Bandung tempo dulu, yang masih sepi, dingin dan cantik. Jadi rindu Bandung...

Buku ini bacaan yang sangat enteng, karena yang berat-berat sudah dipikul Dilan, eaaaa....Gombalan gombalan khas Dilan ini yang membuat Milea jatuh cinta, si cantik primadona SMA. Walau Dilan bukan tergolong cowok cakep dan keren di masanya. Namun Dilan sosok yang sangat kharismatik, pemberani, dan punya jati diri. Kegemarannya unik dan agak nyentrik, orangnya juga asyik dan humoris, makanya dia berwibawa dan banyak teman. Salah satu panglima geng motor Bandung, so pasti gak takut mampus, membela harga diri, keluarga dan temannya. Pedekate ke Milea pake metode orisinil dan kreatif, bikin hati geli sekaligus kembang kempis. Romantisnya juga ga abis-abis dan namun gak lebay, seger dan kreatif, bikin ketawa ketiwi, memenuhi memori. Terlebih memori Milea yang pernah dibuat tersanjung, melambung dan jalan-jalan penuh candaan mesra di Bandung. Wajar kurasa bila tak terlupakan kisah bersama Dilan. Kenangan penuh cinta sekaligus sesal. 

Kisah yang bisa buat baper pembacanya. Ego dan emosi mewarnai sebagian besar isi cerita. Namun itu lumrah, manusiawi pada usia-usia belia seperti Milea-Dilan saat itu. Kadang ada part yang membuat pembacanya kesal dan menyayangkan dengan respon tokoh-tokoh di dalamnya. Terlebih bila pembacanya sudah dewasa seperti saya. Bagaimana dengan anda? Bisa berbeda ulasan, coba baca saja 😁





Terima kasih sudah berkunjung. Semoga bermanfaat, setidaknya membuat readers tersenyum :)
Ditunggu celotehnya di kolom komentar tapi jangan tinggalkan link hidup yaa!

Hestithinks . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates